CERAMAH BAHASA ASING

(Visited 29 times, 1 visits today)

Sayalay Uttarā: The Benefits of Offering –Tanya-jawab di 0:53:56

Di dalam video ini Sayalay Uttarā menguraikan tentang Manfaat dari Persembahan (Berdana). Di dalam Dakkhiṇavibhaṅga Sutta dijelaskan, jika melakukan persembahan haruslah dilakukan dengan batin yang murni--tanpa mengharap apa pun/tanpa-nafsu, dengan keyakinan yang kuat tentang buah dari kamma yang besar, dana tersebut akan memberikan banyak manfaat.  Berdana dengan batin yang tidak murni, misalnya memberi persembahan dengan harapan mendapatkan kesuksesan, manfaatnya tidak superior. Apakah manfaat berdana bagi pemberi? Bagaimana agar persembahan kita dapat memberi manfaat? Semua dijelaskan oleh Sayalay dalam video ini. Di akhir ceramah, Sayalay memberi nasihat mengenai berdana: sebelum memberikan persembahan sebaiknya kita mengambil 5 sīla, berdana dengan batin yang murni, dan bahagia dalam tiga waktu (sebelum, saat, setelah memberi), percaya akan hukum karma, beraspirasi untuk merealisasi Nibbāna. Dan saat kita berdana kepada Saṅgha, kita merefleksikan bhikkhu dengan kualitas-kualitas saṅgha.

Ashin Indobhāsālaṅkāra, B.A. (B.Dh) : Loṇakapallasutta

Di sepanjang saṃsāra ini, jumlah kamma baik dan kamma buruk kita sudah tidak terhitung. Tentu kita semua menginginkan yang berbuah adalah kamma baik saja dan yang buruk tidak usah berbuah. Apakah hal tersebut dimungkinkan? Di kelas Pariyatti Sāsana ini, Ashin Indobhāsālaṅkāra menyampaikan ada empat antibodi yang harus kita miliki sehingga kamma buruk bila berbuah kita tidak terlalu merasakan atau bahkan bisa hilang potensinya untuk berbuah. Beliau menyampaikan empat cara ini sesuai dengan yang terekam di Loṇakapallasutta (AN 3.101) dan di kitab komentar serta subkomentarnya. Sebelum menjelaskan tentang sutta ini, Ashin Indobhāsālaṅkāra terlebih dahulu menjelaskan perbedaan pengertian kamma menurut Buddhisme dan ajaran lain karena menurut beliau kammassakatā sammādiṭṭhi (pandangan benar tentang kamma) adalah dasar yang sangat penting. Selanjutnya beliau juga menjelaskan tentang kamma berdasarkan urutan kematangannya di mana ada kamma yang tidak lagi punya potensi untuk berbuah (ahosi kamma). Di sutta ini, Buddha menggunakan garam (loṇa) sebagai perumpamaan untuk perbuatan tidak baik (akusala kamma), bila kita mencampurkan segelas air ke dalam semangkuk garam tentu airnya akan menjadi sangat asin, lain halnya bila kita mencampurkan semangkuk garam ke dalam sungai, maka air sungai tidak akan terasa asin. Demikian juga dengan halnya akusala kamma dan kusala kamma dengan terus melakukan kusala kamma yang tercakup dalam 4 antibodi ini maka buah dari kamma buruk akan tidak terasa atau bahkan kamma buruk tidak lagi berpotensi untuk berbuah. Selamat menikmati! Video ini merupakan video ceramah Ashin Indobhāsālaṅkāra di kelas Pariyatti Sāsana pada hari Minggu, tanggal 3 November 2019. Ashin Indobhasālaṅkāra lahir di Magway, Myanmar pada tahun 1990 dan menjadi sāmaṇera pada usia 7 tahun. Beliau mendapatkan penahbisan penuh pada tahun 2009 dan di tahun yang sama beliau dianugerahi gelar Vinayavidū dari Aung Chan Tha Learning Center Monastery. Setahun kemudian beliau mendapatkan gelar Alaṅkara (1st place graduates) dari center yang sama. Kemudian pada tahun 2013 beliau memperoleh gelar Sāsanadhaja dhammācariya dari Ma Soe Yein Learning Center Monastery. Di center ini juga beliau mengajarkan Abhidhamma (Mātikādhātukathā) selama satu tahun. Pada tahun 2018, beliau memperoleh gelar B.A.(B.dh) dari International Theravāda Buddhist Missionary University, Myanmar dan saat ini sedang menempuh pendidikan S-2 di sana. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Ashin Indobhāsālaṇkārā : Atthika kamma & Natthika kamma

Semua umat Buddha tentu mempunyai aspirasi untuk bisa merealisasi Nibbāna, namun hal apa yang harus kita miliki untuk bisa membuka “pintu” menuju Nibbāna? Di ceramah yang berjudul Atthika kamma & Natthika kamma ini, Ashin Indobhāsālaṅkāra menyampaikan ada lima langkah pandangan-benar untuk menuju ke Nibbāna. Langkah yang pertama adalah kammassakatā sammādiṭṭhi (pandangan benar tentang kamma). Langkah awal ini sangat penting karena tanpa tahapan ini kita tidak bisa mencapai kehidupan yang bahagia dengan demikian akan sulit untuk membuka pintu menuju Nibbāna. Kammassakatā sammādiṭṭhi inilah yang merupakan atthika kamma yang dapat menghancurkan natthika kamma yang tidak lain adalah pandangan salah. Sebelum menjelaskan lebih detail tentang Atthika kamma dan Natthika kamma, Ashin Indobhāsālaṅkāra terlebih dahulu menjelaskan tentang istilah kamma yang ternyata sangat bervariasi baik secara sudut pandang Abhidhamma maupun Suttanta. Beliau juga menjelaskan tentang kamma secara hakiki dan konvensional; buah kamma serta sebab dan kondisi kemunculan kamma. Di akhir ceramah, Ashin Indobhāsālaṅkāra mengajak kita untuk mengenal diri kita dan pandangan kita apakah buruk atau baik dengan menggunakan tiga langkah. Selamat menikmati! Materi kelas bisa di unduh di sini: https://bit.ly/2VTzA5w Video ini merupakan video ceramah Ashin Indobhāsālaṅkāra di acara perayaan Hari Abhidhamma DBS yang diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 19 Oktober 2019. Ashin Indobhasālaṅkāra lahir di Magway, Myanmar pada tahun 1990 dan menjadi sāmaṇera pada usia 7 tahun. Beliau mendapatkan penahbisan penuh pada tahun 2009 dan di tahun yang sama beliau dianugerahi gelar Vinayavidū dari Aung Chan Tha Learning Center Monastery. Setahun kemudian beliau mendapatkan gelar Alaṅkara (1st place graduates) dari center yang sama. Kemudian pada tahun 2013 beliau memperoleh gelar Sāsanadhaja dhammācariya dari Ma Soe Yein Learning Center Monastery. Di center ini juga beliau mengajarkan Abhidhamma (Mātikādhātukathā) selama satu tahun. Pada tahun 2018, beliau memperoleh gelar B.A.(B.dh) dari International Theravāda Buddhist Missionary University, Myanmar dan saat ini sedang menempuh pendidikan S-2 di sana. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Sayalay Uttarā: Mettā Meditation — Tanya-jawab di 00:38:54

Setelah menjelaskan mengenai tahapan meditasi, di hari kedua Dhammatalk Sayalay menjelaskan mengenai Empat Jenis Meditasi Perlindungan, yaitu Meditasi Mettā (Cinta Kasih), Meditasi Merenungkan Sifat/Kualitas Mulia Buddha, Meditasi Pemakaman/Menjijikkan (Asubha), Meditasi Merenungkan Kematian (Maranusati). Meditasi Mettā, harus dimulai dengan memancarkan cinta kasih kepada diri sendiri, selanjutnya kepada orang yang kita hormati, berikutnya kepada orang yang netral (disukai maupun tidak disukai), dan terakhir kepada para musuh. Ada 11 manfaat dari Meditasi Mettā: 1. Tidur nyenyak 2. Bangun dari tidur dengan damai 3. Tidak bermimpi buruk 4. Disayangi manusia 5. Disayangi oleh bukan manusia 6. Dilindungi oleh para dewa 7. Terhindar dari bahaya (api maupun banjir) 8. Mudah berkonsentrasi saat bermeditasi 9. Wajah kita damai dan ceria 10. Meninggal tanpa kebingungan 11. Terlahir di alam Brahmā Untuk lebih detailnya, silakan menyaksikan video berikut ini.

Ashin Javana: Sugata

Sugata : Seseorang yang telah datang dan pergi dengan sempurna. Demikianlah tema dari acara perayaan Waisak DBS yang telah diadakan pada bulan Mei 2019. Tema ini juga menjadi topik ceramah Ashin Javana. Di kesempatan ini, Ashin Javana menjelaskan 2 dari 4 makna Sugata, yang merupakan salah satu dari 9 kualitas agung Buddha. Makna Sugata yang pertama adalah “dia yang telah datang dengan sempurna”. Untuk menjelaskan tentang makna yang pertama ini maka kita harus kilas balik ke peristiwa besar yang telah berlangsung lebih dari 4 asaṅkheyya dan 100 ribu eon yang lalu, di mana saat pertapa Sumedha bertekad untuk menjadi Buddha dan mendapatkan ramalan dari Buddha Dīpaṅkara yang juga terjadi pada malam purnama di bulan Waisak. Sejak saat itu Bodhisatta berusaha untuk menyempurnakan 10 pāramī (kesempurnaan) dalam tiga tingkatan. Demikianlah Beliau disebut sebagai seseorang yang datang dengan sempurna Setelah mencapai Penerangan Sempurna, Buddha terus membabarkan Dhamma selama 45 tahun. Saat berusia 80 tahun, di saat-saat terakhir kehidupan-Nya, Beliau masih mengajarkan Dhamma dan menahbiskan siswa terakhir yaitu Subaddha yang kemudian menjadi arahat sesaat sebelum Buddha mencapai Parinibbāna. Dengan demikian Buddha sudah mewujudkan tekadnya yaitu membimbing semua siswa-Nya yang mampu untuk melihat Dhamma mencapai ke-arahat-an. Dengan memasuki parinibbāna maka tidak ada lagi agregat-agregat baru yang muncul semua sudah padam, inilah yang dinamakan seseorang yang pergi dengan sempurna yang merupakan makna lain dari Sugata. Selamat menikmati! Ashin Javana lahir pada tahun 1978 dan menjadi seorang sāmaṇera pada usia 9 tahun. Beliau dianugerahi sāsanadhajadhammācariya pada tahun 2002 dan lulus S-1 pada tahun 2008 dari The International Theravāda Buddhist Missionary University (ITBMU). Kemudian beliau lanjut ke tingkat S-2 dan mendapatkan gelar M.A. (Suttanta) pada tahun 2011dari universitas yang sama. Saat ini berbagai ceramah Kelas Pariyatti Sāsana dan Kelas Abhidhamma Ashin Kheminda sudah dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Podcast, iTunes Store dan Google Podcast. Please subscribe/follow and share. https://open.spotify.com/show/3eBvNd5... Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Sayalay Uttarā: Meditation Instructions

Mengawali acara #Retreat #Meditasi Tengah Tahun DBS, yg diadakan pada 22-30 Juni 2019, #Sayalay Uttarā yang kembali diminta untuk membimbing meditasi, menyampaikan ceramah Dhamma tentang bagaimana cara berlatih meditasi yang benar secara bertahap. Meditasi harus dimulai dengan posisi duduk dan tubuh yang tegak tetapi nyaman, rileks; kemudian batin ditenangkan, hilangkan semua kekhawatiran dan pikiran, hanya cukup berfokus pada napas masuk dan keluar yang alami. Di Buddhisme, kita mengetahui ada dua jenis meditasi, yaitu meditasi Samatha dan Vipassanā. Kedua jenis meditasi ini mempunyai objek latihan, tujuan dan pencapaian yang berbeda, namun tidak berarti kita hanya perlu berlatih salah satu dari dua jenis latihan ini. Konsentrasi yang didapatkan dari meditasi samatha merupakan landasan bagi latihan meditasi vipassanā. Hasil akhir dari meditasi vipassanā adalah pengetahuan Jalan dan Buah atau dengan kata lain realisasi Nibbanā, yang merupakan tujuan akhir umat Buddha. Kedua jenis meditasi ini wajib dilatih bagi seseorang yang ingin keluar dari saṃsāra (pusaran kelahiran dan kematian). Di akhir ceramah, Sayalay menjelaskan tentang langkah-langkah untuk mengamati napas yang merupakan tahapan awal dari latihan meditasi ānāpānasati. Selamat menikmati dan berlatih! Video ini merupakan video pertama ceramah Dhamma yang disampaikan oleh Sayalay Uttarā dalam acara Retreat Tengah Tahun DBS, Juni 2019 di Chan Forest Mega Mendung. Di acara retreat kali ini, Sayalay Uttarā juga membimbing peserta berlatih meditasi cinta kasih (mettā) serta membabarkan Dhamma mengenai berdana. DBS juga menyediakan berbagai ceramah Kelas Pariyatti Sāsana oleh Ashin Kheminda yang sekarang sudah dapat didengarkan via Spotify, Apple Podcast, iTunes Store dan Google Podcast. Please subscribe and like. Semoga Dhamma semakin tersebar luas ke segala penjuru dunia. Semoga semakin banyak yang bisa merasakan keindahan Dhamma dan mendapatkan manfaat tertinggi dari mendengarkannya. Sādhu sādhu sādhu •Dhammavihārī Buddhist Studies• https://open.spotify.com/show/3eBvNd57MplacmOO8jAb9r?si=FrP7lUQNRwSg-oOzmIpdMw Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Ashin Vāyāma: Let’s beautify the world — Tanya-jawab di 1:26:57

“Without good morality and knowledge, we can’t beautify ourselves and others, we can’t beautify our world or other world.” by Ashin Vāyāma Menurut Ashin Vāyāma dunia dapat dibedakan menjadi dunia eksternal dan dunia internal. Dunia eksternal adalah dunia fisik sedangkan dunia internal adalah dunia mental. Dalam kehidupan ini kita bisa melihat banyak orang yang bukannya memperindah dunia eksternal tetapi malah menghancurkannya terutama melalui peperangan. Demikian juga halnya dengan dunia internal, dunia mental ini mengalami kehancuran di saat kotoran batin kita muncul. Lalu apa yang harus dilakukan untuk memperindah kedua dunia ini? Ashin Vāyāma menjawab pertanyaan ini dengan menjelaskan Soṇadaṇḍa Sutta. Sutta ini berisi percakapan antara Buddha dengan Brahmana Soṇadaṇḍa. Buddha bertanya kepada brahmana kualitas apa saja yang harus dimiliki oleh seorang brahmana, yang kemudian dijawab oleh brahmana ada lima kualitas. Selanjutnya Buddha kembali bertanya kepada brahmana bila harus meninggalkan salah satu dari lima kualitas, mana yang akan ia tinggalkan. Demikian sampai akhirnya tersisa dua kualitas yang di mana baik brahmana maupun Buddha sama-sama setuju untuk tidak bisa dihilangkan lagi bila ingin mendapatkan kehidupan yang baik yaitu moralitas yang baik dan pengetahuan. Kedua kualitas inilah yang bisa memperindah dunia. Selamat menikmati! Video ini merupakan ceramah Dhamma Ashin Vāyāma saat beliau berkunjung ke Indonesia. Acara diselenggarakan di DBS pada tanggal 24 Mei 2019. Ashin Vāyāma lahir pada tahun 1972 dan menjadi seorang sāmaṇera pada usia 9 tahun. Beliau dianugerahi sāsanadhajadhammācariya pada tahun 2001 dan lulus S-1 pada tahun 2008 dari The International Theravāda Buddhist Missionary University (ITBMU). Kemudian beliau melanjutkan pendidikan tingkat S-2 dan mendapatkan gelar M.A. pada tahun 2010. Pada tahun 2018 beliau mendapatkan gelar Ph.D. dari salah satu universitas di Mumbai, India. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Ashin Javana: Way of Life for a Lay Buddhist — Tanya-jawab di 1:16:32

Siapakah yang disebut sebagai “Lay Buddhist” atau umat awam? Di ceramah ini Ashin Javana menjelaskan bahwa mereka yang telah mengambil tiga perlindungan (tisaraṇāgamana) dengan penuh pemahaman dan rasa hormatlah yang disebut sebagai umat awam Buddha yang dalam bahasa Pāḷi-nya disebut sebagai upāsaka atau upāsikā. Ashin Javana kemudian menjelaskan tentang kapan seorang umat awam disebut memperoleh kesuksesan yaitu bila mereka sukses secara moralitas dan juga sukses dalam penghidupan. Jadi sebagai umat awam, selain mengambil perlindungan juga harus senantiasa bertekad untuk berlatih moralitas (sīla) dan berpenghidupan yang benar. Ashin Javana, pada kesempatan ini, menjelaskan tentang penghidupan benar baik dari sudut pandang Suttanta maupun Abhidhamma. Untuk memudahkan pemahaman kita tentang hal-hal yang perlu dilakukan oleh seorang umat awam, Ashin Javana kemudian menceritakan tentang Sālikedāra Jātaka. Sebuah cerita saat Bodhisatta terlahir sebagai seekor burung beo. Burung ini kerap mengambil padi dari sawah milik seorang brahmana untuk tiga hal yaitu membayar hutang kepada orangtuanya, memberikan pinjaman kepada anak-anaknya dan menyimpan harta karun kebajikan. Demikian juga seyogyanya yang harus seorang umat awam lakukan terhadap keluarganya dan bahkan harus melebihi apa yang telah dilakukan oleh si Burung Beo. Selamat menikmati! Video ini merupakan ceramah Dhamma Ashin Javana saat beliau berkunjung ke Indonesia. Acara diselenggarakan di DBS pada tanggal 23 Mei 2019. Ashin Javana lahir pada tahun 1978 dan menjadi seorang sāmaṇera pada usia 9 tahun. Beliau dianugerahi sāsanadhajadhammācariya pada tahun 2002 dan lulus S-1 pada tahun 2008 dari The International Theravāda Buddhist Missionary University (ITBMU). Kemudian beliau lanjut ke tingkat S-2 dan mendapatkan gelar M.A. (Suttanta) pada tahun 2011dari universitas yang sama. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Ashin Cakkapāla: Kālāmasutta (Q&A at 1:40:46)

Buddha selalu mengajarkan untuk tidak serta merta percaya terhadap sesuatu termasuk ajaranNya, Beliau senantiasa memperingatkan kita untuk membuktikan sendiri. Nasihat ini juga tercantum di salah satu khotbah beliau yang sangat terkenal yaitu Kālāma Sutta (AN 3:65) Di kelas Pariyatti Sāsana ini, Ashin Cakkapāla menguraikan bagian yang penting dari sutta ini. Beliau membaginya menjadi empat bagian. Bagian pertama adalah 10 nasihat Buddha yang dikenal sebagai “Charter of Free Inquiry (Piagam Penyelidikan Bebas)”, bagian kedua adalah nasihat untuk menyelidiki segala sesuatu oleh diri kita sendiri apakah hal tersebut akan menyakiti diri sendiri, orang lain atau keduanya, atau justru bermanfaat. Bagian ketiga adalah tentang mengembangkan empat kediaman luhur (Brahmāvihāra) dan bagian yang terakhir adalah tentang empat jaminan yang dapat diperoleh bila melakukan hal-hal tersebut di atas. Beliau menjelaskan sutta ini disertai dengan contoh-contoh dari kehidupan sehari-hari agar memudahkan pemahaman bagi pendengarnya. Selamat menikmati! Materi kelas bisa di unduh di sini: http://dhammavihari.or.id/?ddownload=5178 Video ini merupakan kelas Pariyatti Sāsana yang diadakan di DBS setiap hari Minggu pagi, jam 9 - 11.30. Di kelas ini biasanya Ashin Kheminda akan menyampaikan materi-materi dari Sutta Piṭaka dengan kurikulum yang terstruktur. Manfaatnya telah dirasakan oleh para umat yang hadir, karena setiap minggu mereka belajar tentang materi yang berbeda-beda. Dengan demikian, dalam waktu yang singkat pengetahuan Dhamma mereka bertambah dengan pesat. DBS juga menyediakan DVD ceramah Kelas Pariyatti Sāsana oleh Ashin Kheminda. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

The Nature of Rūpa and 28 Kinds of Paramattha Rūpa

Disebut sebagai materi karena mengalami kesakitan atau transformasi/perubahan (ruppati) yang disebabkan oleh keadaan-keadaan yang berlawanan seperti panas, dingin dan lain-lain. Demikianlah definisi dari rūpa (materi) menurut Vibhāvini Ṭīkā. Materi termasuk salah satu dari empat paramattha dhamma (realitas hakiki) yang merupakan objek dari latihan vipassanā. Dengan kata lain untuk bisa mendapatkan pengetahuan vipassanā, kita perlu mengamati, menembus dan memahami materi (rūpa) ini. Sebagai realitas hakiki, tentu materi tidak bisa dilihat dengan mata biasa, melainkan dengan kekuatan konsentrasi. Oleh karena itu, pengetahuan tentang materi ini sangat penting sebagai landasan kita untuk berlatih vipassana. Di ceramah kali ini, Sayalay Uttarā menjelaskan tentang 28 jenis materi, pembagiannya berdasarkan 2 kelompok dan juga 11 kelompok. Beliau juga menjelaskan cara-cara untuk mengamati materi-materi ini. Selamat menikmati! Video ini merupakan ceramah Dhamma yang menjadi bagian dari rangkaian acara Pabbajā Sementara DBS tahun 2018. Kegiatan pabbajjā yang dibimbing oleh Sayalay Uttarā ini berlangsung selama 10 hari di Chan Forest Mega Mendung. Selain berlatih meditasi, para peserta juga mendapatkan siraman Dhamma dari Sayalay Uttarā melalui kegiatan ceramah yang dilakukan sebanyak 6 kali. DBS juga menyediakan DVD ceramah Kelas Pariyatti Sāsana oleh Ashin Kheminda. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Analysis of the Causes of Rūpa Kalāpa

Walaupun seseorang sudah mampu mengamati 28 materi yang hakiki namun hal tersebut belum cukup untuk merealisasi Nibbāna. Orang tersebut masih harus mampu menganalisis sebab kemunculan dari batin dan materi. Di ceramah yang terakhir ini Sayalay Uttarā menjelaskan tentang cara Menganalisis Sebab Kemunculan dari Rūpakalāpa (klaster materi). Ada empat sebab kemunculan dari materi (rūpa) yaitu kamma, kesadaran (citta), temperature (utu) dan sari makanan (āhāra). Materi yang lahir dari keempat sebab tersebut dinamakan kammajā rūpakalāpa, cittāja rūpakalāpa, utujārūpakalāpa dan āhārajā rūpakalāpa. Ada 9 klaster materi yang dihasilkan oleh kamma; 8 oleh kesadaran; 4 oleh temperatur dan 2 oleh sari makanan. Dua puluh tiga klaster materi ini harus bisa dianalisis oleh seorang yogī untuk mendapatkan pemahaman bahwa materi muncul dengan kondisi dan tidak ada satu wujud yang mengendalikannya. Dari 28 materi yang hakiki, ada empat materi yang muncul tanpa sebab. Selamat menikmati! Video ini merupakan ceramah Dhamma yang menjadi bagian dari rangkaian acara Pabbajā Sementara DBS tahun 2018. Kegiatan pabbajjā yang dibimbing oleh Sayalay Uttarā ini berlangsung selama 10 hari di Chan Forest Mega Mendung. Selain berlatih meditasi, para peserta juga mendapatkan siraman Dhamma dari Sayalay Uttarā melalui kegiatan ceramah yang dilakukan sebanyak 6 kali. DBS juga menyediakan DVD ceramah Kelas Pariyatti Sāsana oleh Ashin Kheminda. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

The Practise of Four Elements Meditation

Di ceramah sebelumnya, Sayalay Uttarā sudah menjelaskan tentang 28 materi yang senantiasa muncul dalam bentuk klaster (kelompok) yang disebut sebagai rūpakalapa. Akan tetapi bagaimana caranya kita menguraikan tubuh yang padat ini menjadi rūpakalapa dan kemudian mengamati unsur-unsur materi (rūpa) yang ada di dalamnya? Jawabannya adalah dengan latihan meditasi Empat Elemen. Di dalam Visuddhimagga disebutkan bahwa siapa saja yang ingin memperhatikan materi yang hakiki (paramattha rūpa) harus berlatih meditasi Empat Elemen baik dengan metode singkat maupun detail. Pada ceramah keempat ini, Sayalay Uttarā menjelaskan tentang langkah-langkah meditasi empat elemen. Beliau menjelaskan cara-cara untuk mengamati 12 karakteristik dari empat unsur dasar. Kedua belas karakteristik tersebut enam merupakan karakteristik dari elemen tanah dan dua karakteristik dari tiap-tiap tiga elemen lainnya (elemen air, api dan angin). Latihan dimulai dengan memperhatikan karakteristik paling mudah diamati. Karakteristik tersebut diperhatikan dari kepala sampai kaki secara berulang-ulang sampai mahir baru pindah ke karakteristik berikut sampai bisa mengamati kedua belas karakteristik tersebut secara cepat. Bila latihan meditasi ini berhasil maka akan dapat mencapai konsentrasi akses dan dilanjutkan dengan mengamati rūpakālapa serta mengamati materi (rūpa). Selamat menikmati! Video ini merupakan ceramah Dhamma yang menjadi bagian dari rangkaian acara Pabbajā Sementara DBS tahun 2018. Kegiatan pabbajjā yang dibimbing oleh Sayalay Uttarā ini berlangsung selama 10 hari di Chan Forest Mega Mendung. Selain berlatih meditasi, para peserta juga mendapatkan siraman Dhamma dari Sayalay Uttarā melalui kegiatan ceramah yang dilakukan sebanyak 6 kali. DBS juga menyediakan DVD ceramah Kelas Pariyatti Sāsana oleh Ashin Kheminda. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Analysis of Rūpa Kalāpa

Bila latihan meditasi empat elemen seseorang berhasil, maka orang tersebut akan dapat melihat banyak sekali rūpakalāpa (klaster materi). Rūpakalāpa yang sekian banyak itu dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu rūpakalāpa yang transparan dan yang non-transparan. Kedua jenis rūpakalāpa tersebut harus diamati untuk dapat melihat materi yang hakiki (paramattha rūpa). Di ceramah kali ini, Sayalay Uttarā menjelaskan cara menganalisis kedua jenis rūpakalāpa tersebut. Rūpakalāpa yang transparan dapat dianalisis melalui pancaindra. Di organ mata, telinga, hidung dan lidah dapat diamati dua jenis klaster materi yang transparan, sedangkan di tubuh hanya dapat mengamati satu jenis klaster materi yang transparan. Apabila sudah dapat mengamati klaster materi yang transparan maka akan dapat menganalisis materi-materi hakiki yang ada di dalamnya. Setidaknya di dalam satu klaster materi terdapat delapan materi yang tidak terpisahkan (avinibbhoga). Di dalam metode singkat dalam menganalisis materi, selain menganalisis materi hakiki yang ada di klaster materi yang transparan, juga harus menganalisis materi hakiki yang ada di klaster materi yang tidak transparan. Ada enam klaster materi non-transparan yang harus dianalisis yaitu cittajārūpa, utujārūpa, āhārajarūpa, jīvitarūpa, bhavarūpa dan hadayarūpa. Sedangkan di dalam metode yang detail, materi hakiki dianalisis melalui 42 bagian dari tubuh. Selamat menikmati! Video ini merupakan ceramah Dhamma yang menjadi bagian dari rangkaian acara Pabbajā Sementara DBS tahun 2018. Kegiatan pabbajjā yang dibimbing oleh Sayalay Uttarā ini berlangsung selama 10 hari di Chan Forest Mega Mendung. Selain berlatih meditasi, para peserta juga mendapatkan siraman Dhamma dari Sayalay Uttarā melalui kegiatan ceramah yang dilakukan sebanyak 6 kali. DBS juga menyediakan DVD ceramah Kelas Pariyatti Sāsana oleh Ashin Kheminda. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Ānāpānasati Meditation Instruction Part 2

Setelah menjelaskan langkah-langkah untuk mengamati napas, di ceramah kali ini, Sayalay Uttarā melanjutkan penjelasan tentang langkah berikut dari meditasi ānāpānasati yaitu pengembangan konsentrasi. Bila seorang yogī sudah mampu mengamati napas masuk dan keluar secara alami, namun sulit untuk mempertahankan perhatiannya ke napas, maka perlu melakukan langkah keenam ini yaitu dengan sistem berhitung. Sistem ini hanya perlu dilakukan sampai yogī tersebut dapat kembali memperhatikan napasnya dengan baik. Saat perhatian kepada objek sudah bisa dipertahankan dalam waktu yang cukup lama, maka tanda konsentrasi berupa nimitta akan muncul. Ada tiga tahapan nimitta dan semuanya dijelaskan oleh beliau di ceramah ini. Pencapaian tertinggi dari latihan meditasi ānāpānasati adalah jhāna keempat. Bila seseorang sudah mencapai tahapan ini, maka konsentrasi yang dia dapatkan sudah mampu digunakan untuk mengamati realitas hakiki dari nāma (batin) dan rūpa (jasmani). Selamat menikmati! Video ini merupakan ceramah Dhamma yang menjadi bagian dari rangkaian acara Pabbajā Sementara DBS tahun 2018. Kegiatan pabbajjā yang dibimbing oleh Sayalay Uttarā ini berlangsung selama 10 hari di Chan Forest Mega Mendung. Selain berlatih meditasi, para peserta juga mendapatkan siraman Dhamma dari Sayalay Uttarā melalui kegiatan ceramah yang dilakukan sebanyak 6 kali. DBS juga menyediakan DVD ceramah Kelas Pariyatti Sāsana oleh Ashin Kheminda. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Ashin Visuddha: Sampai Kapan Ajaran Buddha Akan Bertahan?

Sariputta Buddhist Studies, Pekanbaru, mengadakan acara Dhammatalk & Booksigning dengan mengundang Ashin Visuddha dan Ashin Kheminda pada tanggal 9 November 2018. Acara diselenggarakan di Hotel Furaya dihadiri oleh sekitar 1.500 umat. Acara Dhammatalk di isi oleh Ashin Visuddha dan Booksigning oleh Ashin Kheminda. Sariputta Buddhist Studies adalah Sekolah Minggu Buddhis di Pekanbaru yang menyelenggarakan pendidikan sekolah minggu dengan kurikulum yang terstruktur yang berasal dari Dhammavihari Buddhist Studies. Sebagai sebuah pusat pendidikan Buddhis bagi anak-anak hingga remaja, Sariputta Buddhis Studist, atau yang juga dikenal sebagai Sariputta Buddhies, telah menunjukkan perkembangannya yang sangat menggembirakan. Animo para orang-tua untuk menyekolahkan anaknya di sana sangat besar sehingga saat ini pihak Sariputta Buddies memerlukan penambahan bangunan dan ruang kelas. Acara Dhammatalk di isi oleh Ashin Visuddha dan Booksigning oleh Ashin Kheminda. Para umat yang hadir sangat antusias mengikuti hingga akhir acara. Video ini adalah hasil rekaman yang diberikan oleh pihak Sariputta Buddies dan atas izin mereka ditayangkan oleh Dhammavihari Buddhis Studies. Selamat menikmati! Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: Facebook Sariputta Buddies: https://www.facebook.com/profile.php?id=100009073149614 Atau: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.