Dhammavihari Buddhist Studies

Sayalay Uttarā: The Benefits of Offering –Tanya-jawab di 0:53:56

Di dalam video ini Sayalay Uttarā menguraikan tentang Manfaat dari Persembahan (Berdana). Di dalam Dakkhiṇavibhaṅga Sutta dijelaskan, jika melakukan persembahan haruslah dilakukan dengan batin yang murni--tanpa mengharap apa pun/tanpa-nafsu, dengan keyakinan yang kuat tentang buah dari kamma yang besar, dana tersebut akan memberikan banyak manfaat.  Berdana dengan batin yang tidak murni, misalnya memberi persembahan dengan harapan mendapatkan kesuksesan, manfaatnya tidak superior. Apakah manfaat berdana bagi pemberi? Bagaimana agar persembahan kita dapat memberi manfaat? Semua dijelaskan oleh Sayalay dalam video ini. Di akhir ceramah, Sayalay memberi nasihat mengenai berdana: sebelum memberikan persembahan sebaiknya kita mengambil 5 sīla, berdana dengan batin yang murni, dan bahagia dalam tiga waktu (sebelum, saat, setelah memberi), percaya akan hukum karma, beraspirasi untuk merealisasi Nibbāna. Dan saat kita berdana kepada Saṅgha, kita merefleksikan bhikkhu dengan kualitas-kualitas saṅgha.

Ashin Indobhāsālaṅkāra, B.A. (B.Dh) : Loṇakapallasutta

Di sepanjang saṃsāra ini, jumlah kamma baik dan kamma buruk kita sudah tidak terhitung. Tentu kita semua menginginkan yang berbuah adalah kamma baik saja dan yang buruk tidak usah berbuah. Apakah hal tersebut dimungkinkan? Di kelas Pariyatti Sāsana ini, Ashin Indobhāsālaṅkāra menyampaikan ada empat antibodi yang harus kita miliki sehingga kamma buruk bila berbuah kita tidak terlalu merasakan atau bahkan bisa hilang potensinya untuk berbuah. Beliau menyampaikan empat cara ini sesuai dengan yang terekam di Loṇakapallasutta (AN 3.101) dan di kitab komentar serta subkomentarnya. Sebelum menjelaskan tentang sutta ini, Ashin Indobhāsālaṅkāra terlebih dahulu menjelaskan perbedaan pengertian kamma menurut Buddhisme dan ajaran lain karena menurut beliau kammassakatā sammādiṭṭhi (pandangan benar tentang kamma) adalah dasar yang sangat penting. Selanjutnya beliau juga menjelaskan tentang kamma berdasarkan urutan kematangannya di mana ada kamma yang tidak lagi punya potensi untuk berbuah (ahosi kamma). Di sutta ini, Buddha menggunakan garam (loṇa) sebagai perumpamaan untuk perbuatan tidak baik (akusala kamma), bila kita mencampurkan segelas air ke dalam semangkuk garam tentu airnya akan menjadi sangat asin, lain halnya bila kita mencampurkan semangkuk garam ke dalam sungai, maka air sungai tidak akan terasa asin. Demikian juga dengan halnya akusala kamma dan kusala kamma dengan terus melakukan kusala kamma yang tercakup dalam 4 antibodi ini maka buah dari kamma buruk akan tidak terasa atau bahkan kamma buruk tidak lagi berpotensi untuk berbuah. Selamat menikmati! Video ini merupakan video ceramah Ashin Indobhāsālaṅkāra di kelas Pariyatti Sāsana pada hari Minggu, tanggal 3 November 2019. Ashin Indobhasālaṅkāra lahir di Magway, Myanmar pada tahun 1990 dan menjadi sāmaṇera pada usia 7 tahun. Beliau mendapatkan penahbisan penuh pada tahun 2009 dan di tahun yang sama beliau dianugerahi gelar Vinayavidū dari Aung Chan Tha Learning Center Monastery. Setahun kemudian beliau mendapatkan gelar Alaṅkara (1st place graduates) dari center yang sama. Kemudian pada tahun 2013 beliau memperoleh gelar Sāsanadhaja dhammācariya dari Ma Soe Yein Learning Center Monastery. Di center ini juga beliau mengajarkan Abhidhamma (Mātikādhātukathā) selama satu tahun. Pada tahun 2018, beliau memperoleh gelar B.A.(B.dh) dari International Theravāda Buddhist Missionary University, Myanmar dan saat ini sedang menempuh pendidikan S-2 di sana. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Sayalay Uttarā: The Other 3 Guardian Meditations — Tanya-jawab di 00:55:54

Di video kedua mengenai Meditasi Perlindungan, Sayalay menjelaskan tahapan Meditasi Merenungkan Sifat/Kualitas Mulia Buddha. Meditasi ini dapat kita lakukan, jika perasaan takut saat bermeditasi muncul. Kita dapat memilih satu dari sembilan Kualitas Mulia Buddha yang paling kita sukai untuk kita latih. Jika nafsu atau pelekatan muncul, kita dapat melatih Meditasi Pemakaman/Sifat Menjijikkan (Asubha). Jika kemalasan atau kebosanan muncul, atau kurangnya rasa keterdesakan (sense of urgency), kita dapat berlatih Meditasi Merenungkan Kematian (Maranusati). Jika memungkinkan kita bisa berlatih meditasi perlindungan setiap hari, karena meditasi-meditasi ini cocok untuk semua orang, baik yogi samatha maupun vipassanā. Tahapan-tahapan meditasi perlindungan bisa Anda saksikan di video ini.

Ashin Indobhāsālaṇkārā : Atthika kamma & Natthika kamma

Semua umat Buddha tentu mempunyai aspirasi untuk bisa merealisasi Nibbāna, namun hal apa yang harus kita miliki untuk bisa membuka “pintu” menuju Nibbāna? Di ceramah yang berjudul Atthika kamma & Natthika kamma ini, Ashin Indobhāsālaṅkāra menyampaikan ada lima langkah pandangan-benar untuk menuju ke Nibbāna. Langkah yang pertama adalah kammassakatā sammādiṭṭhi (pandangan benar tentang kamma). Langkah awal ini sangat penting karena tanpa tahapan ini kita tidak bisa mencapai kehidupan yang bahagia dengan demikian akan sulit untuk membuka pintu menuju Nibbāna. Kammassakatā sammādiṭṭhi inilah yang merupakan atthika kamma yang dapat menghancurkan natthika kamma yang tidak lain adalah pandangan salah. Sebelum menjelaskan lebih detail tentang Atthika kamma dan Natthika kamma, Ashin Indobhāsālaṅkāra terlebih dahulu menjelaskan tentang istilah kamma yang ternyata sangat bervariasi baik secara sudut pandang Abhidhamma maupun Suttanta. Beliau juga menjelaskan tentang kamma secara hakiki dan konvensional; buah kamma serta sebab dan kondisi kemunculan kamma. Di akhir ceramah, Ashin Indobhāsālaṅkāra mengajak kita untuk mengenal diri kita dan pandangan kita apakah buruk atau baik dengan menggunakan tiga langkah. Selamat menikmati! Materi kelas bisa di unduh di sini: https://bit.ly/2VTzA5w Video ini merupakan video ceramah Ashin Indobhāsālaṅkāra di acara perayaan Hari Abhidhamma DBS yang diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 19 Oktober 2019. Ashin Indobhasālaṅkāra lahir di Magway, Myanmar pada tahun 1990 dan menjadi sāmaṇera pada usia 7 tahun. Beliau mendapatkan penahbisan penuh pada tahun 2009 dan di tahun yang sama beliau dianugerahi gelar Vinayavidū dari Aung Chan Tha Learning Center Monastery. Setahun kemudian beliau mendapatkan gelar Alaṅkara (1st place graduates) dari center yang sama. Kemudian pada tahun 2013 beliau memperoleh gelar Sāsanadhaja dhammācariya dari Ma Soe Yein Learning Center Monastery. Di center ini juga beliau mengajarkan Abhidhamma (Mātikādhātukathā) selama satu tahun. Pada tahun 2018, beliau memperoleh gelar B.A.(B.dh) dari International Theravāda Buddhist Missionary University, Myanmar dan saat ini sedang menempuh pendidikan S-2 di sana. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Sayalay Uttarā: Mettā Meditation — Tanya-jawab di 00:38:54

Setelah menjelaskan mengenai tahapan meditasi, di hari kedua Dhammatalk Sayalay menjelaskan mengenai Empat Jenis Meditasi Perlindungan, yaitu Meditasi Mettā (Cinta Kasih), Meditasi Merenungkan Sifat/Kualitas Mulia Buddha, Meditasi Pemakaman/Menjijikkan (Asubha), Meditasi Merenungkan Kematian (Maranusati). Meditasi Mettā, harus dimulai dengan memancarkan cinta kasih kepada diri sendiri, selanjutnya kepada orang yang kita hormati, berikutnya kepada orang yang netral (disukai maupun tidak disukai), dan terakhir kepada para musuh. Ada 11 manfaat dari Meditasi Mettā: 1. Tidur nyenyak 2. Bangun dari tidur dengan damai 3. Tidak bermimpi buruk 4. Disayangi manusia 5. Disayangi oleh bukan manusia 6. Dilindungi oleh para dewa 7. Terhindar dari bahaya (api maupun banjir) 8. Mudah berkonsentrasi saat bermeditasi 9. Wajah kita damai dan ceria 10. Meninggal tanpa kebingungan 11. Terlahir di alam Brahmā Untuk lebih detailnya, silakan menyaksikan video berikut ini.

Khotbah tentang Paria (2) — Tanya-jawab di 01:10:20

"Seorang laki-laki yang pemarah dan antagonis, pengkritik-yang tidak imbang yang jahat, yang berpandangan keliru dan munafik; kamu harus mengenali dia sebagai paria.” Inilah jenis manusia pertama yang disebut oleh Buddha sebagai paria. Jawaban Buddha atas pernyataan dari Brahmana Aggikabhāradvājasutta ini terekam di Aggikabhāradvājasutta atau lebih dikenal sebagai Vasalasutta yaitu Khotbah tentang Paria yang terdapat di Khuddaka Nikāya (K 5.7). Kitab komentar menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pemarah adalah seseorang yang memiliki kebiasaan marah-marah; antagonis adalah seseorang yang disertai dengan sifat permusuhan yang merupakan penguatan dari kemarahan itu sendiri; berpandangan keliru adalah mereka yang memiliki pandangan-salah; serta orang munafik adalah mereka yang menyembunyikan keburukan yang ada pada dirinya. Di kelas ini, Ashin Kheminda juga menjelaskan jenis manusia kedua yang disebut sebagai paria yaitu mereka yang suka melukai makhluk hidup baik yang sekali-kelahiran maupun yang dua kali kelahiran. Melalui sutta ini beliau terus mengingatkan kita bahwa kualitas diri seseorang tidak ditentukan oleh suku, ras, agama maupun status sosialnya melainkan oleh perbuatannya. Selamat menikmati! Materi kelas bisa di unduh di sini: https://drive.google.com/file/d/1NSWJ4RLhAUv8FMB4FqQVx5x3HMl4gnTw/view Video ini merupakan kelas Pariyatti Sāsana yang diadakan di DBS setiap hari Minggu pagi, jam 9 - 11.30. Di kelas ini biasanya Ashin Kheminda akan menyampaikan materi-materi dari Sutta Piṭaka dengan kurikulum yang terstruktur. Manfaatnya telah dirasakan oleh para umat yang hadir, karena setiap minggu mereka belajar tentang materi yang berbeda-beda. Dengan demikian, dalam waktu yang singkat pengetahuan Dhamma mereka bertambah dengan pesat. Saat ini berbagai ceramah Kelas Pariyatti Sāsana dan Kelas Abhidhamma Ashin Kheminda sudah dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Podcast, iTunes Store dan Google Podcast. Please subscribe/follow and share. https://open.spotify.com/show/3eBvNd5... Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Khotbah tentang Paria (1) — Tanya-jawab di 01:01:10

“Akan tetapi apakah kamu tahu, wahai brahmana, apa itu ‘paria ’ atau kualitas-kualitas yang membuat seseorang menjadi paria?” Kalimat ini terekam di Aggikabhāradvājasutta, yang lebih dikenal sebagai Vasalasutta yaitu Khotbah tentang Paria yang terdapat di Khuddaka Nikāya (K 5.7). Sutta ini dipilih oleh Ashin Kheminda untuk dikaji di kelas Pariyatti Sāsana karena menurut beliau isi dari sutta ini sangat penting bagi kita untuk dapat memahami hal-hal apa yang seharusnya dihindari supaya tidak menjadi seorang “paria” (KBBI: golongan masyarakat yang terendah atau hina dina [dalam masyarakat Hindu] yang tidak mempunyai kelas [kasta]). Di kelas pertama dari sutta ini, Ashin Kheminda menjelaskan tentang awal mula Buddha membabarkan sutta ini. Pembabaran sutta ini terjadi di kediaman seorang brahmana di Sāvatthi, yang dikenal sebagai Aggikabhāradvāja. Dia adalah seorang yang melakukan praktik penyembahan api. Brahmana ini merasa terganggu oleh kehadiran Buddha pada saat dia akan memulai persembahan kepada api. Dengan tanpa ragu, dia memaki Buddha dengan kata-kata sebagai berikut “Tetap berdiri di sana, hai kamu pendeta gundul! Tetap berdiri di sana, hai kamu pertapa hina! Tetap berdiri di sana, hai kamu paria!” Namun dengan penuh ketenangan dan belas kasih Buddha hanya “membalas” makian tersebut dengan menanyakan kalimat di atas. Selamat menikmati! Materi kelas bisa di unduh di sini: https://mail.google.com/mail/u/1/#inbox?projector=1 Video ini merupakan kelas Pariyatti Sāsana yang diadakan di DBS setiap hari Minggu pagi, jam 9 - 11.30. Di kelas ini biasanya Ashin Kheminda akan menyampaikan materi-materi dari Sutta Piṭaka dengan kurikulum yang terstruktur. Manfaatnya telah dirasakan oleh para umat yang hadir, karena setiap minggu mereka belajar tentang materi yang berbeda-beda. Dengan demikian, dalam waktu yang singkat pengetahuan Dhamma mereka bertambah dengan pesat. Saat ini berbagai ceramah Kelas Pariyatti Sāsana dan Kelas Abhidhamma Ashin Kheminda sudah dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Podcast, iTunes Store dan Google Podcast. Please subscribe/follow and share. https://open.spotify.com/show/3eBvNd5... Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Hubungan-Kausalitas ( Paṭṭhāna) – 5 (Abhidhammatthasaṅgaha Bab VIII.11)

Di kelas ke-11 Bab 8 Abhidhammattasaṅgaha yang berjudul Bab tentang Kondisi-Kondisi (Paccayapariccheda) ini, Ashin Kheminda menjelaskan tentang hubungan-kausalitas antara materi (rūpa) dengan batin (nāma) yang hanya bisa dengan satu cara yaitu kondisi-yang-telah-lahir-sebelumnya (purejāta paccaya). Penjelasan untuk hubungan-kausalitas ini adalah seperti yang terjadi di proses kognitif. Saat suatu objek muncul (misalnya objek bentuk) di saat yang bersamaan juga muncul salah satu landasan (dalam hal ini landasan mata), kedua materi ini berperan sebagai paccaya dhamma yang akan membentur bhavaṅga sehingga bhavaṅga berhenti dan proses kognitif pun dimulai dengan ditandai kemunculan kesadaran yang mengarahkan, kesadaran mata dll yang merupakan paccayuppana dhamma. Hubungan-kausalitas ini hanya bisa terjadi di kejadian sehari-hari (pavatti) tidak di paṭisandhi. Ashin Kheminda juga melanjutkan pembahasan tentang hubungan kausalitas antara konsep, batin dan materi dengan batin (nāma) yang bisa terjadi dengan dua cara yaitu kondisi-objek (ārammaṇa paccaya) dan kondisi-dukungan-yang-kuat (upanissaya paccaya). Setiap objek yang muncul baik berupa kesadaran, faktor-mental, konsep atau materi bisa menjadi salah satu penyebab munculnya kesadaran (beserta faktor-mental) yang akan mengambilnya sebagai objek. Sehubungan dengan kondisi-dukungan-yang-kuat, didapatkan tiga jenis yaitu dukungan dari objek, dukungan dari tanpa-antara dan juga dukungan-yang-kuat dari kejadian (pakatūpanissaya). Hubungan kausalitas yang terakhir ini dijelaskan secara mendetail oleh Ashin Kheminda dengan menerjemahkan sebagian besar kalimat yang terekam di Pañhāvāra. Selamat menikmati! Materi kelas bisa di unduh di sini: http://bit.ly/2B9kmQp Saat ini berbagai ceramah Kelas Pariyatti Sāsana dan Kelas Abhidhamma Ashin Kheminda sudah dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Podcast, iTunes Store dan Google Podcast. Please subscribe/follow and share. https://open.spotify.com/show/3eBvNd5... Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Ashin Javana: Sugata

Sugata : Seseorang yang telah datang dan pergi dengan sempurna. Demikianlah tema dari acara perayaan Waisak DBS yang telah diadakan pada bulan Mei 2019. Tema ini juga menjadi topik ceramah Ashin Javana. Di kesempatan ini, Ashin Javana menjelaskan 2 dari 4 makna Sugata, yang merupakan salah satu dari 9 kualitas agung Buddha. Makna Sugata yang pertama adalah “dia yang telah datang dengan sempurna”. Untuk menjelaskan tentang makna yang pertama ini maka kita harus kilas balik ke peristiwa besar yang telah berlangsung lebih dari 4 asaṅkheyya dan 100 ribu eon yang lalu, di mana saat pertapa Sumedha bertekad untuk menjadi Buddha dan mendapatkan ramalan dari Buddha Dīpaṅkara yang juga terjadi pada malam purnama di bulan Waisak. Sejak saat itu Bodhisatta berusaha untuk menyempurnakan 10 pāramī (kesempurnaan) dalam tiga tingkatan. Demikianlah Beliau disebut sebagai seseorang yang datang dengan sempurna Setelah mencapai Penerangan Sempurna, Buddha terus membabarkan Dhamma selama 45 tahun. Saat berusia 80 tahun, di saat-saat terakhir kehidupan-Nya, Beliau masih mengajarkan Dhamma dan menahbiskan siswa terakhir yaitu Subaddha yang kemudian menjadi arahat sesaat sebelum Buddha mencapai Parinibbāna. Dengan demikian Buddha sudah mewujudkan tekadnya yaitu membimbing semua siswa-Nya yang mampu untuk melihat Dhamma mencapai ke-arahat-an. Dengan memasuki parinibbāna maka tidak ada lagi agregat-agregat baru yang muncul semua sudah padam, inilah yang dinamakan seseorang yang pergi dengan sempurna yang merupakan makna lain dari Sugata. Selamat menikmati! Ashin Javana lahir pada tahun 1978 dan menjadi seorang sāmaṇera pada usia 9 tahun. Beliau dianugerahi sāsanadhajadhammācariya pada tahun 2002 dan lulus S-1 pada tahun 2008 dari The International Theravāda Buddhist Missionary University (ITBMU). Kemudian beliau lanjut ke tingkat S-2 dan mendapatkan gelar M.A. (Suttanta) pada tahun 2011dari universitas yang sama. Saat ini berbagai ceramah Kelas Pariyatti Sāsana dan Kelas Abhidhamma Ashin Kheminda sudah dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Podcast, iTunes Store dan Google Podcast. Please subscribe/follow and share. https://open.spotify.com/show/3eBvNd5... Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Kelas Pali: Khotbah tentang Belenggu yang Dinamakan Kehausan dan Komentarnya.

Sukhī hontu, Di kelas kali ini Ashin Kheminda mengajarkan kepada para murid cara menerjemahkan tidak hanya sutta tetapi juga aṭṭhakathā (#komentar). Berikut adalah terjemahan dari #Tanhasamyojana Sutta yang berasal dari Khuddaka Nikaya. 5. Taṇhāsaṃyojanasuttaṃ (KN 4.15) 15. vuttañhetaṃ bhagavatā, vuttamarahatāti me sutaṃ — “nāhaṃ, bhikkhave, aññaṃ ekasaṃyojanampi samanupassāmi yena saṃyojanena saṃyuttā sattā dīgharattaṃ sandhāvanti saṃsaranti yathayidaṃ, bhikkhave, taṇhāsaṃyojanaṃ. taṇhāsaṃyojanena hi, bhikkhave, saṃyuttā sattā dīgharattaṃ sandhāvanti saṃsarantī”ti. etamatthaṃ bhagavā avoca. tatthetaṃ iti vuccati —  “taṇhādutiyo puriso, dīghamaddhāna saṃsaraṃ. itthabhāvaññathābhāvaṃ, saṃsāraṃ nātivattati. “etamādīnavaṃ ñatvā, taṇhaṃ dukkhassa sambhavaṃ. vītataṇho anādāno, sato bhikkhu paribbaje”ti. ayampi attho vutto bhagavatā, iti me sutanti. pañcamaṃ. KHOTBAH TENTANG BELENGGU YANG DINAMAKAN KEHAUSAN Ini benar-benar dikatakan oleh Begawan, dikatakan oleh seorang arahat. Demikianlah didengar oleh saya— “Wahai para bhikkhu, saya tidak melihat satu belenggu pun yang lainnya, yang oleh karenanya makhluk-makhluk terikat dalam jangka waktu yang lama, terus-menerus berlari, terus-menerus berpindah, wahai para bhikkhu seperti belenggu yang dinamakan kehausan ini. Oleh karena belenggu yang dinamakan kehausan, Sesungguhnya, Wahai para bhikkhu , makhluk-makhluk terikat dalam jangka waktu yang lama, terus-menerus berlari, terus-menerus berpindah.” Begawan mengatakan pesan itu. Sehubungan dengan hal tersebut, hal berikut ini dikatakan demikian— “Seseorang yang memiliki kehausan sebagai yang kedua adalah seseorang yang terus-menerus berpindah dalam jangka waktu yang lama di eksistensi di sini dan di eksistensi yang lain, tidak melampaui saṃsāra. “setelah mengetahui bahaya ini yaitu kehausan sebagai asal mula penderitaan. Tanpa kehausan, tanpa pelekatan, penuh perhatian, seorang bhikkhu bisa menggembara. Pesan ini pun dikatakan oleh Begawan, Demikianlah didengar oleh saya. Sutta yang kelima. Selamat menikmati! Video ini merupakan kelas #Pali DBS yang diadakan setiap hari Minggu, jam 13.00-15.00. Rekaman ini merupakan bagian akhir dari kelas yang diadakan pada tanggal 29 September 2019, setelah di bagian awal membahas Lesson 24 dari buku Pali Primer. Tujuan dari pembahasan analisis dan sekaligus menerjemahkan suttanta adalah untuk membuat para siswa akrab dengan struktur kalimat di kitab suci. Keakraban dengan struktur kalimat di kitab suci akan membuat mereka menjadi semakin mudah menerjemahkannya. Saat ini berbagai ceramah Kelas Pariyatti Sāsana dan Kelas Abhidhamma Ashin Kheminda sudah dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Podcast, iTunes Store dan Google Podcast. Please subscribe/follow and share. https://open.spotify.com/show/3eBvNd5... Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Kelas Pali: Khotbah tentang Rintangan Yang Dinamakan Ketidaktahuan dan Komentarnya.

Sukhī hontu, Di kelas kali ini Ashin Kheminda mengajarkan kepada para murid cara menerjemahkan tidak hanya sutta tetapi juga aṭṭhakathā (komentar). Berikut adalah terjemahan dari #Avijjanivarana Sutta yang berasal dari #Khuddaka #Nikaya. 4. Avijjānīvaraṇasuttaṃ (KN 4.14) 14. vuttañhetaṃ bhagavatā, vuttamarahatāti me sutaṃ — “nāhaṃ, bhikkhave, aññaṃ ekanīvaraṇampi samanupassāmi yena nīvaraṇena nivutā pajā dīgharattaṃ sandhāvanti saṃsaranti yathayidaṃ, bhikkhave, avijjānīvaraṇaṃ. avijjānīvaraṇena hi, bhikkhave, nivutā pajā dīgharattaṃ sandhāvanti saṃsarantī”ti. etamatthaṃ bhagavā avoca. tatthetaṃ iti vuccati —  “natthañño ekadhammopi, yenevaṃ nivutā pajā. saṃsaranti ahorattaṃ, yathā mohena āvutā.  “ye ca mohaṃ pahantvāna, tamokhandhaṃ padālayuṃ. na te puna saṃsaranti, hetu tesaṃ na vijjatī”ti. ayampi attho vutto bhagavatā, iti me sutanti. catutthaṃ. KHOTBAH TENTANG RINTANGAN YANG DINAMAKAN KETIDAKTAHUAN Ini benar-benar dikatakan oleh Begawan, dikatakan oleh seorang arahat. Demikianlah didengar oleh saya— “Wahai para bhikkhu, saya tidak melihat bahkan satu rintangan pun yang lainnya yang oleh karenanya generasi ini terhalang dalam jangka waktu yang lama, terus-menerus berlari, terus-menerus berpindah. Wahai para bhikkhu seperti rintangan yang dinamakan ketidaktahuan ini. Oleh karena rintangan yang dinamakan ketidaktahuan, Sesungguhnya, wahai para bhikkhu generasi ini terhalang dalam jangka waktu yang lama, terus-menerus berlari, terus-menerus berpindah.” Begawan mengatakan pesan itu. Sehubungan dengan hal tersebut , hal berikut ini dikatakan demikian — “Tidak ada satu dhamma pun yang lainnya, yang oleh karenanya generasi ini terhalang dengan cara demikian. Terus menerus berpindah siang dan malam, seperti terhalang oleh delusi. Akan tetapi mereka yang setelah meninggalkan delusi, menghancurkan massa kegelapan. Mereka tidak terus-menerus berpindah lagi. ‘Sebab’ tidak eksis untuk mereka.” Pesan ini pun dikatakan oleh Begawan. Demikianlah didengar oleh saya. Sutta yang keempat. Selamat menikmati! Video ini merupakan kelas Pali DBS yang diadakan setiap hari Minggu, jam 13.00-15.00. Rekaman ini merupakan bagian akhir dari kelas yang diadakan pada tanggal 15 September 2019, setelah di bagian awal membahas Lesson 24 dari buku Pali Primer. Tujuan dari pembahasan analisis dan sekaligus menerjemahkan suttanta adalah untuk membuat para siswa akrab dengan struktur kalimat di kitab suci. Keakraban dengan struktur kalimat di kitab suci akan membuat mereka menjadi semakin mudah menerjemahkannya. Saat ini berbagai ceramah Kelas Pariyatti Sāsana dan Kelas Abhidhamma Ashin Kheminda sudah dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Podcast, iTunes Store dan Google Podcast. Please subscribe/follow and share. https://open.spotify.com/show/3eBvNd5... Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Khotbah Panjang di Malam Purnama (3) — Tanya-jawab di 1:27:28

“Tetapi, Yang Mulia, dengan cara bagaimanakah sebutan ‘agregat- agregat’ berlaku untuk agregat- agregat?” “Wahai bhikkhu, segala jenis bentuk materi apa pun, apakah di masa lampau, di masa depan, atau di masa sekarang, internal atau eksternal, kasar atau lembut, hina atau mulia, jauh atau dekat–ini adalah agregat materi.” Demikianlah jawaban Buddha atas pertanyaan dari seorang bhikkhu yang memiliki 60 murid bhikkhu ini seperti yang terekam di dalam Mahāpuṇṇama Sutta (Khotbah Panjang di Malam Purnama). Di kelas Pariyatti Sāsana ini, Ashin Kheminda menjelaskan makna dari jawaban Buddha tersebut di mana kita mengenal ada lima agregat (pañcakkhandha) yang masing-masing dibedakan dalam 11 kategori yaitu masa lalu, masa depan, masa kini, internal, eksternal, kasar, lembut, hina, mulia, jauh dan dekat. Beliau juga menjelaskan bahwa selain dari 11 kategori ini tidak ada lagi agregat lain di luar ini kecuali Nibbāna. Tujuan lain pengelompokan seperti ini adalah agar kita dapat memahami bahwa agregat di tiap kategori adalah individu yang berbeda sehingga kita bisa melihat adanya ketidakkekalan. Ashin Kheminda juga menjelaskan tentang alasan mengapa seseorang bisa melekat pada lima agregat. Hal itu dikarenakan masih adanya pandangan-salah tentang identitas diri (sakkāyadiṭṭhi) yang dipengaruhi oleh ketidaktahuan (avijjā). Beliau juga membahas sekilas tentang 20 variasi dari sakkāyadiṭṭhi yang dapat kita saksikan di ceramah ini. Demikianlah akhir dari pembahasan Mahāpuṇṇama Sutta (Khotbah Panjang di Malam Purnama). Selamat menikmati! Materi kelas bisa di unduh di sini: https://drive.google.com/file/d/1ytkRfLEcAB6bfh2nd2pU8oQG6FH4najN/view Video ini merupakan kelas Pariyatti Sāsana yang diadakan di DBS setiap hari Minggu pagi, jam 9 - 11.30. Di kelas ini biasanya Ashin Kheminda akan menyampaikan materi-materi dari Sutta Piṭaka dengan kurikulum yang terstruktur. Manfaatnya telah dirasakan oleh para umat yang hadir, karena setiap minggu mereka belajar tentang materi yang berbeda-beda. Dengan demikian, dalam waktu yang singkat pengetahuan Dhamma mereka bertambah dengan pesat. Saat ini berbagai ceramah Kelas Pariyatti Sāsana dan Kelas Abhidhamma Ashin Kheminda sudah dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Podcast, iTunes Store dan Google Podcast. Please subscribe/follow and share. https://open.spotify.com/show/3eBvNd5... Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Khotbah Panjang di Malam Purnama (2) — Tanya-jawab di 1:17:02

Seperti yang telah diketahui sebelumnya, di dalam Mahāpuṇṇama Sutta (Khotbah Panjang di Malam Purnama) dari Majjhima Nikāya (MN 109) berisi rekaman tanya-jawab antara seorang bhikkhu arahat yang memiliki 60 murid bhikkhu dengan Begawan. Salah satu pertanyaan beliau adalah: “Tetapi, Yang Mulia, mungkinkah terjadi perbedaan dalam hal hasrat dan nafsu terhadap lima agregat yang menjadi objek pelekatan ini?” Dan dijawab oleh Buddha: “Di sini, wahai bhikkhu, seseorang berpikir sebagai berikut: ‘Di masa depan, materi jadilah yang demikian; perasaan jadilah yang demikian; persepsi jadilah yang demikian; formasi-formasi mental jadilah yang demikian; kesadaran jadilah yang demikian.” Ashin Kheminda menjelaskan makna dari jawaban Buddha tersebut di kelas ini. Kelima agregat menjadi objek pelekatan bila seseorang mengharapkan dan bahkan mendoakan agar agregat-agregat tersebut bisa menjadi sesuai dengan kehendaknya seperti berdoa agar kulitnya menjadi putih, agar perasaannya selalu baik dan menyenangkan dan lain sebagainya. Hal ini tentu saja adalah delusi, di samping itu tentu saja hal-hal baik tidak didapatkan dari berdoa melainkan dengan derma dan menjalankan sīla. Selamat menikmati! Materi kelas bisa di unduh di sini: https://drive.google.com/file/d/1CQlhRiUgmrtR-lJ-FvVIZcGAg-mbhcOr/view Video ini merupakan kelas Pariyatti Sāsana yang diadakan di DBS setiap hari Minggu pagi, jam 9 - 11.30. Di kelas ini biasanya Ashin Kheminda akan menyampaikan materi-materi dari Sutta Piṭaka dengan kurikulum yang terstruktur. Manfaatnya telah dirasakan oleh para umat yang hadir, karena setiap minggu mereka belajar tentang materi yang berbeda-beda. Dengan demikian, dalam waktu yang singkat pengetahuan Dhamma mereka bertambah dengan pesat. Saat ini berbagai ceramah Kelas Pariyatti Sāsana dan Kelas Abhidhamma Ashin Kheminda sudah dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Podcast, iTunes Store dan Google Podcast. Please subscribe/follow and share. https://open.spotify.com/show/3eBvNd5... Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Khotbah Panjang di Malam Purnama – (1)

Pada malam hari #Uposatha, saat bulan purnama penuh, di Taman Timur Istana Ibunya Migāra, sambil duduk di ruang terbuka di antara para #bhikkhu Saṅgha, Buddha menjawab pertanyaan-pertanyaan dari seorang bhikkhu. Pertanyaan dan jawaban ini terekam di dalam Mahāpuṇṇama Sutta (Khotbah Panjang di Malam Purnama) dari Majjhima Nikāya (MN 109). Kelas Pariyatti Sāsana kali ini merupakan pertemuan pertama untuk pembahasan sutta ini. Ashin Kheminda menjelaskan sesuai dari kitab komentar mengenai beberapa definisi dari Uposatha. Di kitab tercatat bahwa hari Uposatha ada tiga yaitu hari ke-8, 14 dan 15. Hanya di hari ke-15 inilah bulan mengalami #purnama penuh. Bhikkhu yang bertanya merupakan seorang bhikkhu senior yang memiliki 60 murid bhikkhu yang berlatih meditasi di bawah bimbingannya. Sekeras apa pun usaha para murid tersebut untuk berlatih vipassanā, mereka tetap belum mencapai Jalan dan Buah. Oleh karena itu, bhikkhu senior tersebut mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Buddha diawali dengan pertanyaan mengenai lima agregat yang menjadi objek-pelekatan (pañcupādānakkhandha) hanya demi kepentingan para muridnya. Selamat menikmati! Materi kelas bisa di unduh di sini: https://drive.google.com/file/d/1x3XpSpYGIGsEUsULiJcpKDeV2pAMOg2D/view?usp=sharing Video ini merupakan kelas Pariyatti Sāsana yang diadakan di DBS setiap hari Minggu pagi, jam 9 - 11.30. Di kelas ini biasanya Ashin Kheminda akan menyampaikan materi-materi dari Sutta Piṭaka dengan kurikulum yang terstruktur. Manfaatnya telah dirasakan oleh para umat yang hadir, karena setiap minggu mereka belajar tentang materi yang berbeda-beda. Dengan demikian, dalam waktu yang singkat pengetahuan Dhamma mereka bertambah dengan pesat. Saat ini berbagai ceramah Kelas Pariyatti Sāsana dan Kelas Abhidhamma Ashin Kheminda sudah dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Podcast, iTunes Store dan Google Podcast. Please subscribe/follow and share. https://open.spotify.com/show/3eBvNd5... Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Proses-Kognitif yang Dekat dengan Kematian (Maraṇāsanna Vīthi) (SAC.4.10)

Sebagai penutup kelas bab ke-4 dari Abhidhammattasaṅgaha yang berjudul Proses-Kognitif, telah di-jelaskan mengenai Proses Kognitif Yang Dekat dengan Kematian (Maraṇasannavīthi). Proses kognitif ini disebut dekat dengan kematian karena selalu disertai dengan kemunculan kesadaran-kematian (cuti citta) di dalam proses tersebut. Proses ini bisa muncul di salah satu pintu pancaindra atau di pintu batin. Terdapat beberapa variasi proses-kognitif tergantung dari perwujudan objek dan juga di ma-khluk apa proses tersebut muncul. Selamat menikmati! Materi kelas bisa di unduh di sini: http://bit.ly/2lbAcpa Program Saturday Abhidhamma Class (SAC) ini diadakan setiap hari Sabtu dari jam 17:00 hingga 18:30 di Dhammavihārī Buddhist Studies dengan tujuan untuk memfasilitasi para umat yang ingin belajar Abhidhamma sesuai dengan kitab Abhidhammatthasaṅgaha dan subkomentar Vibhāvinī Ṭīkā mulai dari bab pertama. Kelas dibawakan oleh Magdalena yang merupakan murid dari Ashin Kheminda. Seperti halnya kelas Abhidhamma DBS hari Sabtu oleh Ashin Kheminda, materi kelas SAC juga akan disampaikan secara terstruktur dengan menyelami isi dari buku Manual Abhidhamma karya dari Ashin Kheminda. Saat ini berbagai ceramah Kelas Pariyatti Sāsana dan Kelas Abhidhamma Ashin Kheminda sudah dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Podcast, iTunes Store dan Google Podcast. Please subscribe/follow and share. https://open.spotify.com/show/3eBvNd5... Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi: SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS) Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.