Ceramah Waisak 2017: Menemukan Kembali Jalan Kuno yang Hilang

In this video

Apa makna dari peringatan hari suci Waisak? Seringkali kita merayakan hari suci Waisak hanya dengan merenungkan tiga peristiwa penting yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan dan Parinibbāna dari Buddha Gotama. Namun, Ashin Kheminda menekankan bahwa makna sesungguhnya dari peringatan hari suci ini adalah merenungkan betapa bersyukurnya kita karena sekitar 2600 tahun yang lalu ada manusia yang dapat menemukan kembali Jalan Mulia Berunsur Delapan (JMB8), suatu jalan-kuno yang dilalui oleh para Sammā Sambuddha dan Arahat di masa lalu.

Jalan kuno tersebut adalah Jalan Mulia, karena dengan mengikuti jalan tersebut kita akan bisa menjadi makhluk yang mulia setelah merealisasi atau mengerti secara langsung Empat Kebenaran Mulia, sehingga kita dapat mencapai pencerahan.

Dengan demikian, di hari suci Waisak ini, beliau menyarankan kita untuk memperbaharui komitmen untuk belajar dan mempraktikkan JMB 8 di kehidupan saat ini juga, karena belum tentu di kelahiran yang akan datang kita masih memiliki kesempatan yang sebaik ini.

Video ini merupakan wejangan Waisak yang disampaikan oleh Ashin Kheminda di acara peringatan hari suci Waisak 2561, di Dhammavihārī Buddhist Studies (DBS).

Selamat menikmati!

DBS juga menyediakan DVD ceramah Kelas Pariyatti oleh Ashin Kheminda.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi Sekretariat Dhammavihārī Buddhist Studies (DBS).

Email: yayasandhammavihari@gmail.com
Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430
Website: dhammavihari.or.id
Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

(Visited 7 times, 1 visits today)

You Might Be Interested In

Other Channels