PSIKOLOGI & MENTAL

12 Videos

Hiri & Ottappa – B. Uttamo

Hiri & Ottappa (Malu dan takut akibat kejahatan) Oleh Bhikkhu Uttamo Selanjutnya, untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi web Buddhis : https://www.samaggi-phala.or.id

Ultimate Your Mind Power – B. Uttamo

Ultimate Your Mind Power Oleh Bhikkhu Uttamo Selanjutnya, untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi web Buddhis : http://www.samaggi-phala.or.id

Hipnosis Hipnoterapi Kamma – B. Uttamo

Hipnosis Hipnoterapi Kamma Oleh Bhikkhu Uttamo Selanjutnya, untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi web Buddhis : http://www.samaggi-phala.or.id

Achieving Financial Success Through Mind Power – B. Uttamo

Achieving Financial Success Through Mind Power Oleh Bhikkhu Uttamo Selanjutnya, untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi web Buddhis : http://www.samaggi-phala.or.id

Mengembangkan Kepribadian Positif – B. Uttamo

Mengembangkan Kepribadian Positif Oleh Bhikkhu Uttamo Selanjutnya, untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi web Buddhis : http://www.samaggi-phala.or.id

Bagaimana Mengubah Marah Menjadi Ramah – B. Uttamo

Bagaimana Mengubah Marah Menjadi Ramah Oleh Bhikkhu Uttamo Selanjutnya, untuk mendapatkan informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi web Buddhis : http://www.samaggi-phala.or.id

Revolusi Mental 2 – Bhante Uttamo

Ceramah Dhamma : Revolusi Mental oleh Bhante Uttamo

Revolusi Mental 1 – Bhante Uttamo

Ceramah Dhamma : Revolusi Mental oleh Bhante Uttamo

Hidup Tanpa Kecemasan 2 – Bhante Pannavaro

Ceramah Dhamma : Hidup Tanpa Kecemasan oleh Bhante Pannavaro Playlist : https://www.youtube.com/watch?v=aOY9hpHJW9A&list=PLhEBSHLdH1VPXQn8NSj461PBdv2VEC3Ph&index=3&t=0s

Hidup Tanpa Kecemasan 1 – Bhante Pannavaro

Ceramah Dhamma : Hidup Tanpa Kecemasan oleh Bhante Pannavaro Playlist : https://www.youtube.com/watch?v=aOY9hpHJW9A&list=PLhEBSHLdH1VPXQn8NSj461PBdv2VEC3Ph&index=3&t=0s

Ashin Kheminda: Jangan Memfitnah Ular!

Ceramah kali ini terinspirasi oleh ketakutan yang dirasakan oleh banyak orang berkaitan dengan peristiwa tanggal 4 Nopember 2016. Ashin Kheminda memberikan tips-tips untuk memahami serta mengatasi ketakutan yang muncul yang menghancurkan kedamaian dan kebahagiaan di hati. Ketakutan tidak pernah muncul sebagai akibat dari sesuatu yang kita alami di "saat ini." Ketakutan selalu muncul berkaitan dengan sesuatu yang tidak nyata. Dengan kata lain, ketakutan selalu muncul berkaitan dengan khayalan-khayalan yang kita ciptakan dan kita percaya pasti akan terjadi. Ashin Kheminda membagikan pengalamannya di masa lalu, pada saat beliau tinggal di hutan dan kuburan-kuburan di masa lalu. Pengalaman-pengalaman di masa-masa tersebut memberikan banyak kebijaksanaan untuk memahami ciri dan karakteristik dari ketakutan. Pada waktu itu, pada saat selesai bermeditasi, dengan batin yang masih sangat tajam dan jernih, beliau melihat bahwa ternyata beliau tidak pernah takut dengan ular. Beliau hanya takut terhadap hasil khayalan dari pikiran yang mengatakan bahwa ular tersebut adalah ular berbisa yang akan menggigit beliau. Ketakutan tersebut muncul pada saat pikiran yang tidak terlatih mencoba menjadi "dukun" yang meramalkan sesuatu yang buruk akan terjadi di masa depan atau di saat setelah saat ini! Tetapi, pengalaman masa lalu mengajarkan bahwa sebagian besar dari apa yang kita khawatirkan akan terjadi ternyata tidak pernah terjadi. Kalau pun yang kita khawatirkan itu terjadi ternyata kita telah mampu mengatasinya. Dan, apabila kesedihan dan penderitaan muncul pada saat yang kita takutkan terjadi maka kita tahu bahwa kesedihan itu pun hanyalah fenomena yang tidak kekal. Dengan semua pemahaman-pemahaman tersebut lalu kenapa kita harus mengorbankan ketenangan dan kedamaian kita? Ketakutan telah membunuh kita! Hidup bebas dari kekhawatiran dan ketakutan yang muncul berkaitan dengan masa depan membuat kita bisa lebih menikmati kehidupan ini. Ketakutan adalah sisi gelap dari hati kita. Pada saat ketakutan muncul maka hati akan menjadi gelap gulita. Hati yang demikian akan sulit untuk bisa mengembangkan kedamaian, cinta kasih, kebijaksanaan dll yang merupakan sisi terang dari hati kita. Kegelapan dan cahaya tidak bisa eksis bersama-sama. Di bagian akhir, Ashin Kheminda menguraikan pentingnya mengembangkan perhatian-penuh (sati) untuk melihat fenomena di saat ini. Perhatian-penuh terhadap gejolak hati akan meredam ketakutan dan pada akhirnya hati ini akan dipenuhi oleh kedamaian dan kebahagiaan. Selamat menikmati! Materi kelas bisa di unduh disini: www.dhammavihari.or.id/abhidhamma DBS juga menyediakan DVD ceramah Kelas Pariyatti oleh Ashin Kheminda. Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi Sekretariat Dhammavihari Buddhist Studies (DBS). Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

Ashin Kheminda: Empat Biji Durian

Ceramah ini diambilkan dari kelas Pariyatti Sasana yang diadakan setiap hari Minggu pagi, jam 9 - 11. Ashin Kheminda kali ini menguraikan bagaimana proses kemarahan muncul menurut Buddhisme. Kemarahan bukanlah masalah inter-personal. Orang lain sesungguhnya tidak pernah menjadi penyebab kemarahan kita. Kemarahan adalah murni problem psikologis internal yang berkaitan dengan persepsi dan cara pandang kita terhadap masalah yang sedang kita hadapi. Cara pandang dan persepsi inilah yang mendorong munculnya reaksi negatif setiap kali indra-indra kita bertemu dengan objek yang tidak menyenangkan. Reaksi-reaksi seperti itu adalah reaksi yang terkondisi --terkondisi oleh kebiasaan dan pengalaman masa lalu, oleh pendidikan yang kita terima dari orang tua atau guru, oleh budaya yang kita anut dll. Semua nilai-nilai tersebut telah membentuk cara berpikir kita dan kecenderungan kita dalam bereaksi. Kemarahan selalu muncul bersama dengan perasaan tidak senang. Keduanya adalah fenomena batin yang berbeda dan bercampur bagaikan air seni dan racun. Jadi, batin yang dipenuhi dengan kemarahan sangatlah menjijikkan dan kotor. Batin yang seperti ini adalah batin yang sedang sakit yang disebabkan oleh dirinya sendiri; oleh persepsi dia yang terdistorsi. Di pertengahan ceramah, Ashin Kheminda memberikan perumpamaan tentang empat biji durian sebagai ilustrasi untuk mengatasi kemarahan dan problem psikologis yang lain. Segala sesuatu mempunyai batasnya, termasuk buah durian yang kita suka hanya mampu memberikan kepuasan sampai pada butir keempat. Setelah biji yang keempat, buah durian menjadi tidak enak lagi. Meskipun tidak enak tetapi kita tidak bereaksi secara negatif terhadap buah durian tersebut. Kita akan berdamai dengannya karena tahu bahwa buah tersebut akan menjadi enak kembali keesokan harinya. Demikian pula dengan objek kemarahan kita yang akan menjadi netral atau bahkan menyenangkan kembali apabila kita diamkan dan tunggu sampai keesokan hari. Di bagian akhir dari ceramah, Ashin Kheminda juga menguraikan beberapa cara lain untuk mengatasi emosi-emosi yang merusak. Semoga ceramah ini bermanfaat. Selamat menikmati! Sekretariat Dhammavihari Buddhist Studies (DBS). Email: yayasandhammavihari@gmail.com Telpon: 0857 82 800 200 Website: dhammavihari.or.id Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.