Ashin Visuddha: Pariyatti adalah Tolok Ukur Kelestarian Sāsana

In this video

“Anekajātisaṃsāraṃ, sandhāvissaṃ anibbisaṃ. Gahakāraṃ gavesanto, dukkhā jāti punappunaṃ. Gahakāraka diṭṭhosi, puna gehaṃ na kāhasi. Sabbā te phāsukābhaggā, gahakūṭaṃ visaṅkhataṃ. Visaṅkhāragataṃ cittaṃ, taṇhānaṃ khayamajjhagā.”

(Melalui banyak kelahiran, Saya, yang berlarian di dalam saṃsāra, mencari pembuat rumah tetapi tidak menemukannya. Kelahiran yang berulang-ulang adalah penderitaan. Wahai pembuat rumah! Kamu telah terlihat! Kamu sudah tidak akan membuat rumah lagi! Semua kasaumu telah patah! Bubungan, atapmu telah hancur! Batin-Ku telah mencapai yang tidak berkondisi, kehancuran nafsu-keinginan telah dicapai!)

Syair tersebut disampaikan oleh Ashin Visuddha saat berceramah di perayaan Kathiṇa DBS dengan tema Pariyatti Sāsana: Tolok Ukur Kelestarian Sāsana.
Pada kesempatan ini Ashin Vissudha menjelaskan apa yang disebut sebagai pariyatti. Akan tetapi sebelumnya beliau menjelaskan tentang pembagian tiga ucapan (vacana) Buddha. Syair di atas merupakan ucapan awal yang diucapkan oleh Buddha setelah Beliau mencapai Penerangan Sempurna atau disebut sebagai paṭhama Buddhavacana. Sedangkan selama 45 tahun Beliau membabarkan Dhamma yang dimulai dari Dhammacakkappavattana Sutta merupakan ucapan menengah (majjhima Buddhavacana) dan pesan Beliau kepada Y.A.Ānanda sebelum Beliau parinibbāna merupakan ucapan yang terakhir (pacchima Buddhavacana).

Ashin Visuddha menjelaskan bahwa pariyatti merupakan kumpulan dari majjhima Buddhavacana atau dengan kata lain merupakan Tipiṭaka yang kita kenal saat ini. Beliau juga menyampaikan beberapa istilah yang terkait dengan Tipiṭaka.

Unsur utama ceramah beliau ini adalah pentingnya pariyatti, beliau memberikan kasus di mana Buddha mendukung para bhikkhu untuk tidak hanya berlatih di hutan saja namun juga harus belajar di desa atau kota. Beliau juga memberikan contoh dari sutta yang mengatakan bahwa menguasai pariyatti ibarat kolam bunga teratai yang mempunyai pinggiran sehingga dapat menahan air (paṭipatti) sehingga bunga (paṭivedha) bisa tumbuh.
Selamat menikmati!

Video ini merupakan ceramah Ashin Visuddha di Perayaan Kathiṇa DBS 2018 di Palm’s Ballroom. Ashin Visuddha merupakan seorang bhikkhu yang menerima gelar Sāsanadhajadhammācariya dari Kementerian Urusan Persatuan Keagamaan Myanmar, beliau merupakan lulusan sarjana strata satu dan dua dari International Theravāda Buddhist Missionary University Yangon, Myanmar. Saat ini beliau merupakan kandidat Ph.D. di Mahachulalongkornajavidyalaya University di Thailand. Ashin Visuddha juga merupakan anggota dari tim editorial Dhammachai Tipitaka Project (DTP) dan aktif mengajarkan Buddhadhamma di Tavagū Buddhadhamma Learning Center, Myanmar.

DBS juga menyediakan DVD ceramah Kelas Pariyatti Sāsanā oleh Ashin Kheminda.
Untuk informasi lebih lanjut tentang kelas ini, silakan menghubungi:

SEKRETARIAT DHAMMAVIHARI BUDDHIST STUDIES (DBS)
Email: yayasandhammavihari@gmail.com
Telpon: 0857 82 800 200, 0812 86 30 3000 dan 021 22556430
Website: dhammavihari.or.id
Facebook: Dhammavihari Buddhist Studies.

(Visited 7 times, 1 visits today)

You Might Be Interested In

Other Channels